Selasa, 28 Januari 2020

VClass PPSI Pre-Test Pert-4

1. Jelaskan Mekanisme/proses “Project Integration Management”! berikan contohnya!


PROJECT INTEGRATION MANAGEMENT
kumpulan aktivitas dan proses yang diperlukan untuk mengidentifikasi, mendefinisi, mengkombinasi, menyatukan dan mengkoordinasi berbagai proses dan aktivitas manajemen proyek dalam suatu proses yang berkesinambungan.

Integrasi manajemen melibatkan enam proses. 

  1. Yang pertama dari proses ini adalah pengembangan piagam proyek. Piagam memulai proyek proyek. Dokumen ini memberi wewenang proyek untuk mendapatkan berlangsung. Proyek charter negara tujuan proyek dan nama manajer proyek. Hal ini biasanya tidak lebih dari satu halaman panjang.
  2. Proses kedua adalah pengembangan ruang lingkup pernyataan awal. Dokumen ini akan ditinjau kembali dalam unsur manajemen lingkup PMBOK. Pernyataan lingkup mendefinisikan apa dan apa yang bukan bagian dari proyek. lingkup laporan Yah-pasti akan menampilkan semua dan hanya bekerja terlibat dengan suatu proyek tertentu.
  3. Proses ketiga dalam manajemen integrasi merupakan pengembangan dari rencana proyek. Rencana proyek meliputi project charter, definisi proyek, tujuan proyek, anggaran proyek, jadwal proyek, sumber daya yang dibutuhkan untuk proyek, pendekatan, rencana pengelolaan, dan penilaian risiko awal.
  4. Proses selanjutnya yang terlibat adalah mengarahkan dan pemantauan pelaksanaan proyek. Ini adalah ketika proyek benar-benar akan berlangsung. Produk yang dihasilkan selama fase ini meliputi produk deliverable akhir. Jika proyek ini di TI, deliverable akan menjadi program perangkat lunak.
  5. Kelima, pekerjaan proyek harus dipantau dan dikendalikan. Salah satu aspek penting dari proses ini adalah manajemen perubahan. Permintaan untuk perubahan proyek dapat dilakukan selama siklus hidup proyek. Jika permintaan ini tidak dimonitor dan dikontrol, maka kualitas proyek dapat dikompromikan. Sebuah tim harus dibentuk dalam rangka untuk mengawasi permintaan perubahan dan penerapan perubahan. Proses ini berkaitan erat dengan keenam: mengontrol perubahan yang terintegrasi.
  6. Akhirnya, proyek harus ditutup bila telah selesai. Penutupan proyek melibatkan meninjau proses, keberhasilan dan defisit yang ditemukan selama siklus hidup proyek. Selama fase ini, sebuah pelajaran dokumen yang dihasilkan oleh tim manajemen proyek.?

Integrasi Manajemen Proyek
• Risiko Kondisi
1. perencanaan yang tidak memadai, integrasi atau alokasi sumber daya
2. Kurangnya tujuan yang jelas dan indikator kunci keberhasilan
3. Kurangnya manajemen proyek secara menyeluruh

Project Integration Management terdiri dari:
  • Develop Project Charter, Dokumen proyek yang mendefinisikan ruang lingkup, tujuan, dan stakeholder dalam sebuah proyek.
  • Develop Project Management Plan, Dokumen yang dapat digunakan untuk mengkoordinasikan semua dokumen perencanaan proyek.
  • Direct and manage Project Work, Proses menjalankan pekerjaan yang telah didefinisikan dalam project management plan dalam rangka memenuhi tujuan dari proyek.
  • Monitor and Control Project Work, Suatu tindakan yang saling timbal balik jadi saat kita melakukan tugas monitoring proyek pasti kita juga akan melakukan tugas controling terhadap proyek yang sedang kita jalankan.
  • Perform Integrated Change Control, Proses meninjau kembali semua permintaan perubahan yang terjadi dalam keputusan di dalam sebuah proyek seperti dalam organizational process asset dan project management plan.
  • Close Project or Phase, Proses penyelesaian seluruh aktivitas dalam pengembangan proyek yang telah dikerjakan.



Share:

VClass PPSI Pre-Test 2


1. Jelaskan Konsep dasar “Pengelolaan Proyek Sistem Informasi” ! Bilamana suatu proyek dikatakan sukses? Apa saja parameternya? Jelaskan!

Dalam konsep dasar manajemen proyek sistem informasi, manajemen proyek yang efektif bisa dipengaruhi oleh 4 (empat) faktor utama yaitu sebagai berikut.

1. Manusia
Didalam pekerjaan sistem informasi, faktor human (manusia) memiliki peranan yang sangat penting dalam kesuksesan manajemen proyek.Faktor manusia yang berperan penting ini dinyatakan didalam model kematangan kemampuan manajemen manusia yang mempunyai fungsi untuk meningkatkan kesiapan suatu sistem informasi didalam memecahkan masalah dengan menjalankan kegiatan :
  • Seleksi (memilih, menerima)
  • Kinerja Manajemen
  • Pelatihan
  • Kompensasi
  • Pengembangan Karir
  • Organisasi
  • Perencanaan Kerja
  • Pengembangan Tim

2. Produk
Dalam pengembangan manajemen proyek sistem informasi, produk juga memiliki peranan dalam :
Penentuan ruang lingkup
Penentuan obyektif produk
Pendefinisian solusi alternatif

3. Proses
Pada faktor proses, perlu dipertimbangkan :
Kegiatan layar kerja dari suatu pengembangan software ditentukan
Bermacam tugas, milestone, produc kerja serta poin poin tentang quality assurance dibahas

4. Proyek
Pada faktor proyek, Permasalahan yang hendak diantisipasi :
Biaya proyek mengalami pembengkakan dan jadwal penyelesaian proyek yang diperpanjang.
Gagal atau tidaknya sebuah proyek.

Parameter kesuksesan sebuah proyek

1. Waktu
Waktu adalah durasi untuk menyelesaikan sebuah proyek. Start date dan Finish date setiap aktivitas dalam proyek ditentukan dan menjadi baseline proyek. Baseline ini akan menjadi acuan terhadap actual pekerjaan untuk tiap-tiap ativitas. Productivitas proyek akan diukur terhadap baseline ini apakah terlambat, tepat waktu atau lebih cepat.
2. Biaya
Biaya adalah parameter penting lainnya. Biaya tidak hanya terbatas pada biaya yang disepakati saat lelang dan tanda tangan kontrak, tetapi biaya keseluruhan proyek ditambah biaya tak terduga seperti change order, modifikasi pekerjaan selama masa konstruksi dan biaya hukum yang dikeluarkan akibat perselisihan kontrak. Ukuran biaya dapat berupa biaya per unit atau persentase biaya terhadap anggaran.
3. Kualitas
Kualitas adalah kriteria dasar lain sebagai parameter kesuksesan proyek. Kualitas adalah jaminan sebuah produk untuk memberikan keyakinan bagi client atau end-user untuk membeli atau menggunakan produk tersebut. Quality Plan dibuat oleh client sebagai pedoman bagi kontraktor dalam mengerjakan proyek. Ukuran spesifikasi teknis adalah sejauh mana persyaratan teknis yang ditetapkan dapat dicapai. Pengukuran kualitas akan diukur secara subjektif dengan menggunakan referensi yang disebutkan dalam Quality Plan.

2. Jelaskan secara detail “ Project Management Framework”! Berikan contoh untuk masing masing kasus pada “core fuction” dan “facilitating function!

Kerangka kerja manajemen proyek terdiri dari proses, tugas, dan alat yang digunakan untuk mengambil proyek dari awal hingga selesai. Ini mencakup semua komponen utama yang diperlukan untuk perencanaan, pengelolaan, dan pengaturan proyek.

Kerangka kerja manajemen proyek dapat dibagi menjadi tiga bagian:
Siklus hidup proyek: Ini adalah siklus yang dilalui proyek dari awal hingga akhir. Ini terdiri dari lima fase:
  • Inisiasi
  • Perencanaan
  • Eksekusi
  • Pemantauan & pengendalian
  • Penutupan

Siklus kontrol proyek: Siklus kontrol adalah proses memantau dan mengendalikan proyek.

Alat dan templat: Rencana proyek, laporan manajemen proyek, dan log risiko adalah alat dan templat umum yang digunakan untuk mengelola proyek.


Share:

Minggu, 25 November 2018

behaviour, formed?


Pernah dengar bahwa sikap anak itu gimana didikan orangtua?

Dulu, waktu sd gue ga terlalu ngeh dan percaya dengan kalimat itu karna menurut gue itu terlalu teoritis gak ada buktinya

Karna waktu itu sering banget nemuin anak yang baik, kalem, sangat santun, sopan, ya luasnya mengerti tata krama. Padahal orangtua mereka bener – bener bukan panutan, yang suka berantem, bentak anak, suka kabur – kaburan dan sejenisnya.

Sebaliknya gue liat anak yang begajulan banget, kerjaan nya cuma cari gara – gara, kalo ga begitu mungkin dia bisa asma saking tiap tarikan nafas merupakan ide - ide busuk yang dia ciptakan, tapi berada di tengah keluarga yang rukun, ibu yang sangat pengertian, keluarga yang berpendidikan, santun,  gak ada stigma negatif sedikit pun dilingkungan nya.

Dari situ gue mulai menyimpulkan bahwa keluarga bukan faktor utama dalam pembentukan mentalitas seorang anak, yang membentuk sikap dan perilaku anak ya diri dia sendiri, lingkungan pun ikut serta.

Tapi ternyata sekarang menurut gue kesimpulan yang diambil selama ini gak tepat,emang bener bahwa peran keluarga sangat penting terhadap perkembangan jiwa dan sikap dari anak.

Gimana pun lingkungan memberi tekanan kalo dasar dari pengetahuan anak mana yang baik dan mana yang kurang baik sudah di tanam kan sejak dini sedikit banyak pasti memiliki pengaruh saat dia beranjak dewasa, ya istilah nya se-begajulnya juga ga begajul amat.

Orangtua gue terutama ibu selalu mewanti – wanti gimana seharusnya gue bersikap terhadap oranglain, cara menyikapi oranglain baik yang suka maupun gak suka terhadap gue, semuanya harus tetep di balas menggunakan hati gak boleh menggunakan ego, ya walaupun gue belum bisa se-legowo itu masih sering ada kiat – kiat untuk melakukan hal yang sama.

Tapi itu semua buat apa?

Semakin banyak gue berinteraksi dengan orang lain, kebenaran yang berasal dari hati mulai bermunculan. Iya juga apasih yang gue dapet dengan terus menjunjung tinggi ego gue? Memberi makan ego apa akan menyembuhkan kekesalan hati gue? Enggak kan

Nah yang gini gak gue dapetin dalam kelas, hal seperti ini malah bakal banyak gue dapetin di luar kelas, ga selalu dalam organisasi kok tenang aja.

Apa harus satu dua tiga empat biji manusia yang gak suka, membuat gue gelap mata bahwa lebih banyak orang yang support dan sayang sama gue? Yang gak suka dan gak sejalan wajar, mereka ikut andil dalam pendewasaan diri gue, penstabilan antara keras kepala dan kerendahan hati, harusnya gue berterimakasih. yeaahhh 

Kalimat – kalimat dari mulut orang tua emang gak pernah ada salahnya

Memang benar semuanya berawal dari dalam rumah.
Share:

Senin, 08 Oktober 2018

Komentar untuk film Ex machina (2014) dari sudut Interaksi Manusia dan Komputer


Dalam film Ex machina kecerdasan buatan (Artificial Intelligence ) yang diterapkan oleh Nathan terhadap robot wanita bernama Ava bisa dinilai berhasil, kenapa? Karna interaksi yang terjadi antara Calleb sebagai programmer saat menjalani “ Turing Test “ untuk menguji seberapa akurat Ava sebagai robot dalam berinteraksi dengan manusia sangat akurat, begitu mulus hingga tidak terlihat adanya dua hal yang berbeda sedang berkomunikasi.

Jika lawan bicara tidak diberi tahu bahwa Ava sebuah robot maka dia tak akan menyadari sedang berbicara dengan robot.

Artificial intelligence (AI) berskala tinggi yang ada pada Ava membuat nya bisa memiliki perasaan dan mempelajari lawan bicaranya, membuatnya terlihat sama seperti manusia dan memiliki keinginan untuk bertahan hidup, bahkan memiliki visi misi kehidupan nya sendiri.


Share:

Senin, 20 Agustus 2018

what should i do at 20?


Beberapa hari yang lalu umur gue officially 20 tahun, entah kenapa baru kali ini gue biasa aja ya walaupun emang suka biasa aja karna keluarga gue bukan termasuk orang yang suka bikin kejutan dan semacam nya mereka ya lempeng aja, tapi kadang suka ada rasa pengen diucapin sama temen dan sekarang bener – bener gak peduli ada yg inget syukur enggak juga bodo amat.

Sekarang gue bukan anak belasan lagi, udah berubah jadi manusia puluhan, ini awal gue untuk puluhan – puluhan selanjutnya, buat gue perubahan umur yang sekarang sangat penuh arti kenapa? Karna ada beberapa hal yang harus di buang jauh dari diri gue, kebiasaan yang harus gue tinggalkan, tujuan yang pengen gue raih mesti di perhitungkan dengan matang dan lain sebagainya.

Mungkin ada beberapa hal yang mesti gue lakuin di usia baru ini.

Pertama, yang paling wajib adalah gue sadar diri bahwa gue udah bukan anak kecil lagi, sekarang setidaknya gue harus berusaha untuk bersikap sedikit lebih dewasa, lebih berfikir sebelum bertindak, dan juga gue harus bisa mencoba menerapkan talk less do more kedepan nya.

Kedua, berhenti lari dari keadaan. Gue harus bisa bertanggung jawab sama semua hal yang gue lakuin, apapun resiko nya manis maupun pahit gue gak bisa lari gitu aja dari keadaan yang udah jadi tanggung jawab gue dari awal.

Kadang pelajaran berharga datang disaat yang gak kita duga sebelum nya, being responsible juga bikin gue gak bakal dipandang sebelah mata sama orang lain.

Ketiga, mulai untuk menghargai pendapat orang lain atau usaha orang lain (jangan egois) juga menerima segala masukan dan saran yang bersifat membangun.

Sampe saat ini gue masih ngerasa sangat sangat egois dalam hal apapun, selalu aja pengen di denger tapi jarang untuk mendengar, kadang suka merasa apa yang gue lakuin udah TOP BGT jadi gak perlu tuh konstribusi orang lain - the worst thing -  padahal gue sebagai makhluk sosial pasti gak akan lepas dari yang namanya saling membutuhkan, gue gak akan bisa melakukan semua printilan yang ada sendirian.

Gue juga harus nya sadar semua yang gue lakuin gak akan selamanya bener 100% ada kala nya gue salah dan gue harus nya gak perlu marah saat dapet masukan dari orang sekitar selama itu positif dan juga gak perlu gengsi untuk mengaplikasikan itu, well ini mesti banget di perbaiki

Selanjutnya, ubah mindset bahwa bahagia adalah tentang bergelimangan harta. Dulu gue selalu berfikir bahwa setiap yang punya banyak duit adalah mereka yang bahagia dan kalo mau bahagia ya harus punya banyak duit.

Tapi seiring berjalan nya waktu dan gue berteman sama orang dengan berbagai latar belakang muncul lah kesimpulan bahwa sangat bener kalo kebahagiaan gak selalu bisa di beli pake uang,

Bahagia bisa belanja barang – barang mahal dan bermerek tapi sendirian kurang kawan tidak berarti lebih bahagia dari yang makan di angkringan sepiring rame - rame sama temen banyak sambil bercanda bikin lupa sama masalah walau sekejap. 

Tapi tetep teori ini gak berlaku buat mereka yang menganggap without money the world means nothing.

Bertambah umur bukan berarti dalam sekejap harus berubah sedrastis mungkin, semua nya juga berproses gue gak perlu harus lebih baik dari si A, si B, si C gue cuma perlu menjadi lebih baik dari diri gue yang sebelumnya, tapi kalo mereka memang cocok jadi teladan ya gak ada salah nya di jadikan referensi hidup tanpa harus menjadi bayangan mereka, tetep jadi diri sendiri.

Semoga gue dan semua orang yang mengalami hal sama bisa menjadi lebih baik setiap hari nya.

Share:

Senin, 30 Juli 2018

reintroduce


Sebenernya udah lama dari gue SMA pengen bikin blog gitu walaupun gatau apa yang bakal gue tulis selanjutnya di sana.
Cuma karna beberapa alasan dan yang utama adalah MAGER akhirnya ga bikin – bikin deh. daaan setelah sekian lama semua niat terabaikan ini terealisasikan ketika dosen mata kuliah Ilmu sosial dasar dikampus gue nyuruh mahasiswanya buat bikin tugas yang nanti nya di posting ke blog masing – masing dengan segala atribut yang memakai embel2 kampus.

Mulai saat itu walaupun belum rutin dan masih gajelas akhirnya gue suka posting sedikit dari tugas gue yang mungkin bisa bermanfaat. Nah ternyata makin lama kaya bosen gitu loh akhirnya gue coba untuk pertama kalinya buat tulisan yang ga relatable sm tugas ataupun sejenis nya, dan gue kaya tertarik buat bikin lagi hal yang sama.

 Namun karna makin kesini masih ada aja dosen yang minta buat posting tugas nya di blog jadi gue kaya ga nyaman aja liat nya campur – campur sana sini dan gue gamau aja pas ngumpulin link blog ke dosen dia iseng liatin konten blog mahasiswanya
Jadi gue mulai sekarang mau pisahin blog tugas dan pribadi

salam, gue peny nuraeni yang sekarang mejabat sebagai mahasiwa semester 5

Hope u enjoy it !

Share:

Jumat, 22 Juni 2018

PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 21 MAKASSAR


Penulis : La Ode Ismail Ahmad Dan Ristiati Sinen

Abstract :      
Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Untuk mengetahui implementasi sistem informasi manajemen di SMP Negeri 21 Makassar. 2). Untuk mengetahui proses pembelajaran di SMP Negeri 21 Makassar. 3). Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung penerapan sistem informasi manajemen di SMP Negeri 21 Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan akuisisi data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian ini meliputi:
(1). Implementasi Sistem Informasi Manajemen di SMP Negeri 21 Makassar telah dilakukan dengan baik. Ini diwujudkan dalam penggunaan aplikasi manajemen data dapodik dan teknologi informasi dalam mendukung proses pembelajaran dengan memberikan layanan pendidikan berbasis teknologi infrastruktur, seperti fasilitas belajar dengan menggabungkan komputer dengan wifi.
(2). Pelaksanaan proses pembelajaran di SMP Negeri 21 Makassar adalah, sebelum menerapkan proses pembelajaran harus melalui tiga tahap yaitu, pertama, tahap perencanaan, dengan membuat analisis hari yang efektif dan analisis program pembelajaran, pembuatan program tahunan, penyusunan silabus, penyusunan pelajaran rencana, dan membuat penilaian pembelajaran. Kedua, fase implementasi, dengan menganalisis aspek pendekatan, aspek strategi dan taktik, aspek metode dan teknik. Media pembelajaran yang digunakan adalah, media cetak (buku), gambar, LCD dan komputer. Ketiga, tahap evaluasi pengetahuan pembelajaran diuji secara tertulis, lisan, dan daftar soal-soal ujian. Evaluasi keterampilan yang dipelajari dievaluasi dengan ujian praktik, dan analisis tugas dievaluasi oleh pendidik sendiri.
(3). Faktor-faktor yang mendukung adanya sistem informasi manajemen yaitu sistem dapodik yang berisi data pendidik dan data peserta didik. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen sangat mendukung dalam dunia pendidikan, terutama dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 21 Makassar. Kata Kunci: Sistem Informasi, Manajemen Pendidikan, Pembelajaran


Pendahuluan
Kemajuan teknologi informasi mengubah cara pandang dan gaya hidup masyarakat di Indonesia dalam segala aspek termasuk dalam dunia pendidikan. Pengelolaan atau manajemen yang baik dalam sutau lembaga pendidikan merupakan hal yang mutlak bagi keberlangsungan hidup lembaga tersebut.
Peningkatan kesempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan juga merupakan salah satu factor pendorong diberlakukan nya perbaikan system pada bidang pendidikan era masa kini. Kualitas pendidik dan instansi juga mempengaruhi terdidik yang di hasilkan. Sistem pendidikan di Indonesia telah berusaha melakukan perubahan yang mendasar, contoh nya melalui tiga kebijakan pemerintah.
Pertama, meningkatkan ketentuan waji belajar yang awalnya 6 tahun menjadi wajib belajar 9 tahun.
Kedua, mengarahkan pendidikan agar lebih relevan dengan perkembangan industri.
Ketiga, mendorong pendidikan sekolah menengah untuk lebih banyak menyiapkan tenaga terampil sehingga lulusan nya tidak hanya berfokus terhadap perguruan tinggi sebagai satu – satunya pilihan untuk meraih masa depan. 
Ketersediaan teknologi informasi dan sumber daya manusia menjadi komponen utama yang dibutuhkan untuk menciptakan manajemen pendidikan yang berkualitas dan efektif.
Berdasarkan observasi awal di SMP Negeri 21 Makassar ditemukan bahwa lembaga pendidikan formal ini mempunyai sistem informasi manajemen, dalam rangka menyikapi segala perubahan dan perkembangan yang terjadi di lingkungannya, khususnya di bidang pendidikan serta perannya dalam proses pembelajaran.

KAJIAN TEORITIK
Sistem Informasi Manajemen.
Pengertian Sistem Informasi Manajemen


George M. Scott

Definisi sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub-sistem informasi secara keseluruhan yang terintegrasi rasional dan terpadu serta dapat mengubah data yang tersedia menjadi informasi melalui suatu proses/metode yang digunakan untuk peningkatan produktivitas yang cocok dengan gaya kepemimpinan manajer berdasarkan kriteria kualitas yang ditentukan
.
 Leonardo Hasahatan Siregar (2007)
Hasahatan Siregar mengemukakan sistem informasi manajemen yang berkaitan dnegan dunia pendidikan. Menurutnya sistem informasi manajemen adalah sistem yang terstruktur dan dipakai dalam pengelolaan data berbasis komputer. Pada proses pengelolaan di dalam sistem informasi manajemen terdapat berbagai fungsi yang diperlukan seperti pencarian, pemutakhiran, presentasi data, dan fungsi penyimpanan data.

Sifat sistem informasi manajemen yang perlu diperhatikan yaitu :
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Adalah Menyeluruh
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Adalah Terkoordinasi 
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Memiliki Sub-sistem Informasi
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Terintegrasi Secara Rasional
·         Sistem  Informasi  Manajemen  (SIM)  Mentransformasikan  Data  kedalam    Informasi dengan berbagai Cara
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Meningkatkan Produktivitas
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sesuai dengan Sifat dan Gaya Manajer
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Menggunakan Kriteria Mutu yang Telah Ditetapkan

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan perolehan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi.

 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penerapan Sistem Informasi Manajemen di SMP Negeri 21 Makassar
Keberhasilan kegiatan dalam suatu organisasi termasuk dalam bidang pendidikan salah satunya yang di tunjang oleh system infromai yang mampu meyediakan informasi yang dibutuhkan oara pengolah lembaga tersebut.
Dapodik merupakan suatu system pendaftaran dan pengolaan pendidikan yang bersifat mikro secara online dan real time.
Dapodik bertujuan untuk mewujudkan basis data yang terintegritas dan menghasilkan representative untuk memenuhi kepentingan lainnya.
Pelakasanaan system informasi manajemen di SMPN 21 MAKASSAR memiliki tiga divisi penting dalam pengolahan data yaitu, divisi pengumpulan data, divisi pengoalahan data, dan divisi penyimpanan data.
1.      Divisi pengmpulan data
Divisi ini mengumpulkan data baik internal maupun eksternal. Data internal didapat dari seluruh unit kerja dalam sebuah organisasi. Sedangkan data eksternal didapat dari lingkungan sekitar. Data eksternal dikumpulkan dengan cara menyesuaikan damena kondisi dan kebutuhan organisasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa perolehan data didapat ari berbagai sumber dalam berbagai bentuk.
2.      Divisi pengolahan data
Setiap pemrosesan data tentunya memiliki procedure, dalam pengolahan data dengan prosedur yang ada harus dipastikan procedure tersebut terbebas dari kesalahan atau error. Untuk mencegah kesalahan yang terjadi maka harus di sediakan procedure pencegahan yang diberi informasi tentang procedure yang benar kepada operator dalam mengolah data.
3.      Divisi penyimpanan data
Data yang terkumpul pada setiap elemen bagian merupakan kebutuhan yang tiba – tiba dapat di ambil, maka dari itu manajemen penyimpanan data harus di atur sedemikian rupa agar tetap tersusun rapi.
Validasi dalam proses penyimpanan data sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan informasi yang didapat sebagai antisipasi agar tidak membuang waktu jika di tengah mendapatkan kesalahan informasi dan harus menggantinya kemballi

Pelaksanaan proses pembelajaran di SMP Negri 21 Makassar
proses belajar mengajar merupakan suatu proses dimana terjadi interaksi seorang pendidik memmberi pengetahuan baik ilmiah maupun Non kepada terdidik begitupun sebaliknya. Dalam proses pembelajaran itu sendiri terdapat tahap demi tahap untuk memperlancar kegiatan belaja mengajar, diantaranya yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksana, dan tahap evaluasi.
1.      Tahap perencanaan
Perencanaan yang matang merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah pelaksanaan, dalam hal ini sebelum pelaksanaan proses belajar emnagjar di SMPN 21 MAKASSAR dimulai harus lebih dulu menyusun perencanaan pembelajaran agar tujuan yang dimaksud bisa tercapai semaksimal mungkin.
2.      Tahap pelaksanaaan
Pada tahap ini semua perencanaan yang telah di susun pada tahap sebelumnya akan direalisasikan, pada tahap ini guru mengimplementaskan nya lewat interaksi belajar mengajar dengan berbagai metode agar maksud yang di sampaikan dapat diterima dengan baik
3.      Tahap evaluasi
Evaluasi adalah penilaian akhir apakah pelaksanaan terhadap perencanaan yang dibuat berhasil atau tidak. Kesimpulannya pelaksanaan tahap evaluasi yang dilakukan oleh pendidik antara lain yaitu, pengetahuan belajar yang diujikan secara lisan maupun tulisan, dengan evaluasi ini pendidik dapat mengukur kuantitas dan kualitas yang di capai pada setelah proses pembelajaran.

Faktor yang menghambat dan mendukung penerapan sistem informasi manajemen dalam proses pembelajaran di SMP Negri 21 Makassar
Dalam menerapkan system informasi manajemen di SMP Negri 21 Makassar ada beberapa factor yang menjadi peghambat dan pendukung denngan adanya system informasi manajemen.
Jadi dapat disimpulkan bahwa factor penunjang dan penghambat dalam menerapkan system informasi manajemen di SMP Negri 21 Makassar yaitu dengan di adakan nya system dapodik dan di adakan nya kesalahan dan keterlambatan dalam memberikan data dari tiap – tiap unit kerja.

KESIMPULAN DAN SARAN
Menurut data yang diperoleh dan dijelaskan pada bagian sebelumnya, maka mendapatkan keismpulan sebagai berikut :
1.      Penerapan system informasi manajemen sangat penting dalam lembaga pendidikan khususnya di SMP Negri 21 Makassar, yang menggunakan aplikasi pengolah data yaitu dapodik dn teknologi informasi dalam mendukung prose pembelajaran yang ada. Dan memfasilitasi seluruh anggota dengan layanan pendidikan yang menggunakan infrastruktur teknologi, seperti fasilitas belajar dengan melibatkan perangkat computer.
2.      Pelaksanaan proses belajar mengajar di SMP Negri 21 Makassar berdasarkan hasil penelitian yaitu terdapat tiga tahap.
Pertama, tahap perencanaan. Dalam tahap ono analisis hari efekti dan analisis program pembelajaran, program tahunan, susunan silabus, susuan RPP, dan penilaian pembelajaran dibuat.
Kedua, tahap pelaksanaan. Dalam tahap ini ada beberapa aspek yang di perlukan diantaranya aspek pendekatan dalam pembelajaran, aspek strategi dan taktik dalam pembelajaran, aspek metode dan teknik dalam pembelajaran. Banyak media yang di pakai dalam tahap ini contoh nya yaitu media cetak (buku, dsb), gambar, computer.
Ketiga, tahap evaluasi. Dalam tahap ini pengevaluasian dilakukan pada tingkat pengetahuan peserta didik yang di lakukan dalam ujian tulisan dan lisan juga daftar pertanyaan ujian. Pembelajaran keterampilan di evaluasi melalui ujian praktek sedangkan analisis tugas dievaluasi secara individeu oleh pendidik.

Adapun saran yng dapat diberikan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Disarankan agar dalam pelaksanaan system informasi manajemen agar lebih di stabilkan lagi
2.      Disarankan agar proses pembelajaran lebih sering melibaykan teknologi agar peserta didik dapat lebih terbiasa dengan perangkat teknologi.















DAFTAR PUSTAKA

Afifuddin H. Dasar-Dasar Manajemen, Bandung: Alfabeta, 2013
DEPAG RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, Bandung: Jumanatul Ali, 2004.
Getteng ABD Rahman, Menuju Guru Profesional dan Ber-Etika, Yogyakarta: Rrha 2014. Geoege M. Scott, Prinsip-Prinsip Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: PT Rajagafindo Persada, 1997.
Helmawati. Sistem Informasi Manajemen, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2015 Hamalik Oemar. Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara, 2005
Isbani, Media Pendidikan, Surakarta: UNS Press, 1987.
Kumurotomo Wahyudi, Sistem Informasi Manajemen, Yogyakarta: Gaja Mada University Press, 2009
Moleng J. Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remadja Rosdakarya, 1999 Rochaety Eti, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: Mitra Wacana Media, 2011
Sudjarwo, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar, Jakarta: PT Mediatama Sarana Perkasa, 1989.
Soeharto Karti, Teknologi Pembelajaran Pendekatan Sistem, Konsepsi dan odel SAP, Evaluasi Sumber Belajar dan Media, Surabaya: SIC 2003.
Siswanto H. B. Pengantar Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara 2011
Sudjana Nana, Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru, 1989
Subagyo Joko, Metode Penelitian dalam teori dan praktek Jakarta: Rineka Cipta, 1991 Sutabri Tata, sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Andi, 2005
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan; pendekatan kuantitaf, kualitatif. Bandung: Alfabet 2014
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Cet. VI, Bandung: Alfabeta, 2008
Surahmad Winarno, Pengantar Penelitian Ilmiah Metode dan Teknik, Bandung: Tarsito 2008
Tirtaraharja Umar dan Lasula, Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Undang-undang No.20 tentang sisdiknas Jakarta: Sinar Grafindo, 2003
Uno B. Hamzah, Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009
Prima Gusti Yanti Ponjorini Rahayuningsi, Ety Rochaety. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2006
Yasin Salehuddin, pengelolaan Pembelajaran, Makassar: Alauddin Press 2010 Zakiyudin Ais. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Mitra Wacana Media 2011  
Share: