Senin, 20 Agustus 2018

what should i do at 20?


Beberapa hari yang lalu umur gue officially 20 tahun, entah kenapa baru kali ini gue biasa aja ya walaupun emang suka biasa aja karna keluarga gue bukan termasuk orang yang suka bikin kejutan dan semacam nya mereka ya lempeng aja, tapi kadang suka ada rasa pengen diucapin sama temen dan sekarang bener – bener gak peduli ada yg inget syukur enggak juga bodo amat.

Sekarang gue bukan anak belasan lagi, udah berubah jadi manusia puluhan, ini awal gue untuk puluhan – puluhan selanjutnya, buat gue perubahan umur yang sekarang sangat penuh arti kenapa? Karna ada beberapa hal yang harus di buang jauh dari diri gue, kebiasaan yang harus gue tinggalkan, tujuan yang pengen gue raih mesti di perhitungkan dengan matang dan lain sebagainya.

Mungkin ada beberapa hal yang mesti gue lakuin di usia baru ini.

Pertama, yang paling wajib adalah gue sadar diri bahwa gue udah bukan anak kecil lagi, sekarang setidaknya gue harus berusaha untuk bersikap sedikit lebih dewasa, lebih berfikir sebelum bertindak, dan juga gue harus bisa mencoba menerapkan talk less do more kedepan nya.

Kedua, berhenti lari dari keadaan. Gue harus bisa bertanggung jawab sama semua hal yang gue lakuin, apapun resiko nya manis maupun pahit gue gak bisa lari gitu aja dari keadaan yang udah jadi tanggung jawab gue dari awal.

Kadang pelajaran berharga datang disaat yang gak kita duga sebelum nya, being responsible juga bikin gue gak bakal dipandang sebelah mata sama orang lain.

Ketiga, mulai untuk menghargai pendapat orang lain atau usaha orang lain (jangan egois) juga menerima segala masukan dan saran yang bersifat membangun.

Sampe saat ini gue masih ngerasa sangat sangat egois dalam hal apapun, selalu aja pengen di denger tapi jarang untuk mendengar, kadang suka merasa apa yang gue lakuin udah TOP BGT jadi gak perlu tuh konstribusi orang lain - the worst thing -  padahal gue sebagai makhluk sosial pasti gak akan lepas dari yang namanya saling membutuhkan, gue gak akan bisa melakukan semua printilan yang ada sendirian.

Gue juga harus nya sadar semua yang gue lakuin gak akan selamanya bener 100% ada kala nya gue salah dan gue harus nya gak perlu marah saat dapet masukan dari orang sekitar selama itu positif dan juga gak perlu gengsi untuk mengaplikasikan itu, well ini mesti banget di perbaiki

Selanjutnya, ubah mindset bahwa bahagia adalah tentang bergelimangan harta. Dulu gue selalu berfikir bahwa setiap yang punya banyak duit adalah mereka yang bahagia dan kalo mau bahagia ya harus punya banyak duit.

Tapi seiring berjalan nya waktu dan gue berteman sama orang dengan berbagai latar belakang muncul lah kesimpulan bahwa sangat bener kalo kebahagiaan gak selalu bisa di beli pake uang,

Bahagia bisa belanja barang – barang mahal dan bermerek tapi sendirian kurang kawan tidak berarti lebih bahagia dari yang makan di angkringan sepiring rame - rame sama temen banyak sambil bercanda bikin lupa sama masalah walau sekejap. 

Tapi tetep teori ini gak berlaku buat mereka yang menganggap without money the world means nothing.

Bertambah umur bukan berarti dalam sekejap harus berubah sedrastis mungkin, semua nya juga berproses gue gak perlu harus lebih baik dari si A, si B, si C gue cuma perlu menjadi lebih baik dari diri gue yang sebelumnya, tapi kalo mereka memang cocok jadi teladan ya gak ada salah nya di jadikan referensi hidup tanpa harus menjadi bayangan mereka, tetep jadi diri sendiri.

Semoga gue dan semua orang yang mengalami hal sama bisa menjadi lebih baik setiap hari nya.

Share:

Senin, 30 Juli 2018

reintroduce


Sebenernya udah lama dari gue SMA pengen bikin blog gitu walaupun gatau apa yang bakal gue tulis selanjutnya di sana.
Cuma karna beberapa alasan dan yang utama adalah MAGER akhirnya ga bikin – bikin deh. daaan setelah sekian lama semua niat terabaikan ini terealisasikan ketika dosen mata kuliah Ilmu sosial dasar dikampus gue nyuruh mahasiswanya buat bikin tugas yang nanti nya di posting ke blog masing – masing dengan segala atribut yang memakai embel2 kampus.

Mulai saat itu walaupun belum rutin dan masih gajelas akhirnya gue suka posting sedikit dari tugas gue yang mungkin bisa bermanfaat. Nah ternyata makin lama kaya bosen gitu loh akhirnya gue coba untuk pertama kalinya buat tulisan yang ga relatable sm tugas ataupun sejenis nya, dan gue kaya tertarik buat bikin lagi hal yang sama.

 Namun karna makin kesini masih ada aja dosen yang minta buat posting tugas nya di blog jadi gue kaya ga nyaman aja liat nya campur – campur sana sini dan gue gamau aja pas ngumpulin link blog ke dosen dia iseng liatin konten blog mahasiswanya
Jadi gue mulai sekarang mau pisahin blog tugas dan pribadi

salam, gue peny nuraeni yang sekarang mejabat sebagai mahasiwa semester 5

Hope u enjoy it !

Share:

Jumat, 22 Juni 2018

PENERAPAN SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN DALAM PROSES PEMBELAJARAN DI SMPN 21 MAKASSAR


Penulis : La Ode Ismail Ahmad Dan Ristiati Sinen

Abstract :      
Penelitian ini bertujuan untuk: 1). Untuk mengetahui implementasi sistem informasi manajemen di SMP Negeri 21 Makassar. 2). Untuk mengetahui proses pembelajaran di SMP Negeri 21 Makassar. 3). Untuk mengetahui faktor-faktor yang mendukung penerapan sistem informasi manajemen di SMP Negeri 21 Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan akuisisi data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi. Hasil dari penelitian ini meliputi:
(1). Implementasi Sistem Informasi Manajemen di SMP Negeri 21 Makassar telah dilakukan dengan baik. Ini diwujudkan dalam penggunaan aplikasi manajemen data dapodik dan teknologi informasi dalam mendukung proses pembelajaran dengan memberikan layanan pendidikan berbasis teknologi infrastruktur, seperti fasilitas belajar dengan menggabungkan komputer dengan wifi.
(2). Pelaksanaan proses pembelajaran di SMP Negeri 21 Makassar adalah, sebelum menerapkan proses pembelajaran harus melalui tiga tahap yaitu, pertama, tahap perencanaan, dengan membuat analisis hari yang efektif dan analisis program pembelajaran, pembuatan program tahunan, penyusunan silabus, penyusunan pelajaran rencana, dan membuat penilaian pembelajaran. Kedua, fase implementasi, dengan menganalisis aspek pendekatan, aspek strategi dan taktik, aspek metode dan teknik. Media pembelajaran yang digunakan adalah, media cetak (buku), gambar, LCD dan komputer. Ketiga, tahap evaluasi pengetahuan pembelajaran diuji secara tertulis, lisan, dan daftar soal-soal ujian. Evaluasi keterampilan yang dipelajari dievaluasi dengan ujian praktik, dan analisis tugas dievaluasi oleh pendidik sendiri.
(3). Faktor-faktor yang mendukung adanya sistem informasi manajemen yaitu sistem dapodik yang berisi data pendidik dan data peserta didik. Jadi dapat disimpulkan bahwa sistem informasi manajemen sangat mendukung dalam dunia pendidikan, terutama dalam proses pembelajaran di SMP Negeri 21 Makassar. Kata Kunci: Sistem Informasi, Manajemen Pendidikan, Pembelajaran


Pendahuluan
Kemajuan teknologi informasi mengubah cara pandang dan gaya hidup masyarakat di Indonesia dalam segala aspek termasuk dalam dunia pendidikan. Pengelolaan atau manajemen yang baik dalam sutau lembaga pendidikan merupakan hal yang mutlak bagi keberlangsungan hidup lembaga tersebut.
Peningkatan kesempatan kerja setelah menyelesaikan pendidikan juga merupakan salah satu factor pendorong diberlakukan nya perbaikan system pada bidang pendidikan era masa kini. Kualitas pendidik dan instansi juga mempengaruhi terdidik yang di hasilkan. Sistem pendidikan di Indonesia telah berusaha melakukan perubahan yang mendasar, contoh nya melalui tiga kebijakan pemerintah.
Pertama, meningkatkan ketentuan waji belajar yang awalnya 6 tahun menjadi wajib belajar 9 tahun.
Kedua, mengarahkan pendidikan agar lebih relevan dengan perkembangan industri.
Ketiga, mendorong pendidikan sekolah menengah untuk lebih banyak menyiapkan tenaga terampil sehingga lulusan nya tidak hanya berfokus terhadap perguruan tinggi sebagai satu – satunya pilihan untuk meraih masa depan. 
Ketersediaan teknologi informasi dan sumber daya manusia menjadi komponen utama yang dibutuhkan untuk menciptakan manajemen pendidikan yang berkualitas dan efektif.
Berdasarkan observasi awal di SMP Negeri 21 Makassar ditemukan bahwa lembaga pendidikan formal ini mempunyai sistem informasi manajemen, dalam rangka menyikapi segala perubahan dan perkembangan yang terjadi di lingkungannya, khususnya di bidang pendidikan serta perannya dalam proses pembelajaran.

KAJIAN TEORITIK
Sistem Informasi Manajemen.
Pengertian Sistem Informasi Manajemen


George M. Scott

Definisi sistem informasi manajemen adalah serangkaian sub-sistem informasi secara keseluruhan yang terintegrasi rasional dan terpadu serta dapat mengubah data yang tersedia menjadi informasi melalui suatu proses/metode yang digunakan untuk peningkatan produktivitas yang cocok dengan gaya kepemimpinan manajer berdasarkan kriteria kualitas yang ditentukan
.
 Leonardo Hasahatan Siregar (2007)
Hasahatan Siregar mengemukakan sistem informasi manajemen yang berkaitan dnegan dunia pendidikan. Menurutnya sistem informasi manajemen adalah sistem yang terstruktur dan dipakai dalam pengelolaan data berbasis komputer. Pada proses pengelolaan di dalam sistem informasi manajemen terdapat berbagai fungsi yang diperlukan seperti pencarian, pemutakhiran, presentasi data, dan fungsi penyimpanan data.

Sifat sistem informasi manajemen yang perlu diperhatikan yaitu :
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Adalah Menyeluruh
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Adalah Terkoordinasi 
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Memiliki Sub-sistem Informasi
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Terintegrasi Secara Rasional
·         Sistem  Informasi  Manajemen  (SIM)  Mentransformasikan  Data  kedalam    Informasi dengan berbagai Cara
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Meningkatkan Produktivitas
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Sesuai dengan Sifat dan Gaya Manajer
·         Sistem Informasi Manajemen (SIM) Menggunakan Kriteria Mutu yang Telah Ditetapkan

METODOLOGI PENELITIAN
Jenis penelitian ini adalah kualitatif, dengan perolehan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi. Keabsahan data dalam penelitian ini menggunakan triangulasi.

 HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Penerapan Sistem Informasi Manajemen di SMP Negeri 21 Makassar
Keberhasilan kegiatan dalam suatu organisasi termasuk dalam bidang pendidikan salah satunya yang di tunjang oleh system infromai yang mampu meyediakan informasi yang dibutuhkan oara pengolah lembaga tersebut.
Dapodik merupakan suatu system pendaftaran dan pengolaan pendidikan yang bersifat mikro secara online dan real time.
Dapodik bertujuan untuk mewujudkan basis data yang terintegritas dan menghasilkan representative untuk memenuhi kepentingan lainnya.
Pelakasanaan system informasi manajemen di SMPN 21 MAKASSAR memiliki tiga divisi penting dalam pengolahan data yaitu, divisi pengumpulan data, divisi pengoalahan data, dan divisi penyimpanan data.
1.      Divisi pengmpulan data
Divisi ini mengumpulkan data baik internal maupun eksternal. Data internal didapat dari seluruh unit kerja dalam sebuah organisasi. Sedangkan data eksternal didapat dari lingkungan sekitar. Data eksternal dikumpulkan dengan cara menyesuaikan damena kondisi dan kebutuhan organisasi. Jadi dapat disimpulkan bahwa perolehan data didapat ari berbagai sumber dalam berbagai bentuk.
2.      Divisi pengolahan data
Setiap pemrosesan data tentunya memiliki procedure, dalam pengolahan data dengan prosedur yang ada harus dipastikan procedure tersebut terbebas dari kesalahan atau error. Untuk mencegah kesalahan yang terjadi maka harus di sediakan procedure pencegahan yang diberi informasi tentang procedure yang benar kepada operator dalam mengolah data.
3.      Divisi penyimpanan data
Data yang terkumpul pada setiap elemen bagian merupakan kebutuhan yang tiba – tiba dapat di ambil, maka dari itu manajemen penyimpanan data harus di atur sedemikian rupa agar tetap tersusun rapi.
Validasi dalam proses penyimpanan data sangat diperlukan agar tidak terjadi kesalahan informasi yang didapat sebagai antisipasi agar tidak membuang waktu jika di tengah mendapatkan kesalahan informasi dan harus menggantinya kemballi

Pelaksanaan proses pembelajaran di SMP Negri 21 Makassar
proses belajar mengajar merupakan suatu proses dimana terjadi interaksi seorang pendidik memmberi pengetahuan baik ilmiah maupun Non kepada terdidik begitupun sebaliknya. Dalam proses pembelajaran itu sendiri terdapat tahap demi tahap untuk memperlancar kegiatan belaja mengajar, diantaranya yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksana, dan tahap evaluasi.
1.      Tahap perencanaan
Perencanaan yang matang merupakan salah satu bagian penting dalam sebuah pelaksanaan, dalam hal ini sebelum pelaksanaan proses belajar emnagjar di SMPN 21 MAKASSAR dimulai harus lebih dulu menyusun perencanaan pembelajaran agar tujuan yang dimaksud bisa tercapai semaksimal mungkin.
2.      Tahap pelaksanaaan
Pada tahap ini semua perencanaan yang telah di susun pada tahap sebelumnya akan direalisasikan, pada tahap ini guru mengimplementaskan nya lewat interaksi belajar mengajar dengan berbagai metode agar maksud yang di sampaikan dapat diterima dengan baik
3.      Tahap evaluasi
Evaluasi adalah penilaian akhir apakah pelaksanaan terhadap perencanaan yang dibuat berhasil atau tidak. Kesimpulannya pelaksanaan tahap evaluasi yang dilakukan oleh pendidik antara lain yaitu, pengetahuan belajar yang diujikan secara lisan maupun tulisan, dengan evaluasi ini pendidik dapat mengukur kuantitas dan kualitas yang di capai pada setelah proses pembelajaran.

Faktor yang menghambat dan mendukung penerapan sistem informasi manajemen dalam proses pembelajaran di SMP Negri 21 Makassar
Dalam menerapkan system informasi manajemen di SMP Negri 21 Makassar ada beberapa factor yang menjadi peghambat dan pendukung denngan adanya system informasi manajemen.
Jadi dapat disimpulkan bahwa factor penunjang dan penghambat dalam menerapkan system informasi manajemen di SMP Negri 21 Makassar yaitu dengan di adakan nya system dapodik dan di adakan nya kesalahan dan keterlambatan dalam memberikan data dari tiap – tiap unit kerja.

KESIMPULAN DAN SARAN
Menurut data yang diperoleh dan dijelaskan pada bagian sebelumnya, maka mendapatkan keismpulan sebagai berikut :
1.      Penerapan system informasi manajemen sangat penting dalam lembaga pendidikan khususnya di SMP Negri 21 Makassar, yang menggunakan aplikasi pengolah data yaitu dapodik dn teknologi informasi dalam mendukung prose pembelajaran yang ada. Dan memfasilitasi seluruh anggota dengan layanan pendidikan yang menggunakan infrastruktur teknologi, seperti fasilitas belajar dengan melibatkan perangkat computer.
2.      Pelaksanaan proses belajar mengajar di SMP Negri 21 Makassar berdasarkan hasil penelitian yaitu terdapat tiga tahap.
Pertama, tahap perencanaan. Dalam tahap ono analisis hari efekti dan analisis program pembelajaran, program tahunan, susunan silabus, susuan RPP, dan penilaian pembelajaran dibuat.
Kedua, tahap pelaksanaan. Dalam tahap ini ada beberapa aspek yang di perlukan diantaranya aspek pendekatan dalam pembelajaran, aspek strategi dan taktik dalam pembelajaran, aspek metode dan teknik dalam pembelajaran. Banyak media yang di pakai dalam tahap ini contoh nya yaitu media cetak (buku, dsb), gambar, computer.
Ketiga, tahap evaluasi. Dalam tahap ini pengevaluasian dilakukan pada tingkat pengetahuan peserta didik yang di lakukan dalam ujian tulisan dan lisan juga daftar pertanyaan ujian. Pembelajaran keterampilan di evaluasi melalui ujian praktek sedangkan analisis tugas dievaluasi secara individeu oleh pendidik.

Adapun saran yng dapat diberikan sehubungan dengan hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.      Disarankan agar dalam pelaksanaan system informasi manajemen agar lebih di stabilkan lagi
2.      Disarankan agar proses pembelajaran lebih sering melibaykan teknologi agar peserta didik dapat lebih terbiasa dengan perangkat teknologi.















DAFTAR PUSTAKA

Afifuddin H. Dasar-Dasar Manajemen, Bandung: Alfabeta, 2013
DEPAG RI, Al-Qur’an dan Terjemahan, Bandung: Jumanatul Ali, 2004.
Getteng ABD Rahman, Menuju Guru Profesional dan Ber-Etika, Yogyakarta: Rrha 2014. Geoege M. Scott, Prinsip-Prinsip Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: PT Rajagafindo Persada, 1997.
Helmawati. Sistem Informasi Manajemen, Bandung: PT Remaja Rosdakarya Offset, 2015 Hamalik Oemar. Kurikulum dan pembelajaran. Jakarta:Bumi Aksara, 2005
Isbani, Media Pendidikan, Surakarta: UNS Press, 1987.
Kumurotomo Wahyudi, Sistem Informasi Manajemen, Yogyakarta: Gaja Mada University Press, 2009
Moleng J. Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, Bandung: Remadja Rosdakarya, 1999 Rochaety Eti, Sistem Informasi Manajemen, Jakarta: Mitra Wacana Media, 2011
Sudjarwo, Beberapa Aspek Pengembangan Sumber Belajar, Jakarta: PT Mediatama Sarana Perkasa, 1989.
Soeharto Karti, Teknologi Pembelajaran Pendekatan Sistem, Konsepsi dan odel SAP, Evaluasi Sumber Belajar dan Media, Surabaya: SIC 2003.
Siswanto H. B. Pengantar Manajemen, Jakarta: Bumi Aksara 2011
Sudjana Nana, Teknologi Pengajaran, Bandung: Sinar Baru, 1989
Subagyo Joko, Metode Penelitian dalam teori dan praktek Jakarta: Rineka Cipta, 1991 Sutabri Tata, sistem informasi manajemen. Yogyakarta: Andi, 2005
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan; pendekatan kuantitaf, kualitatif. Bandung: Alfabet 2014
Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan; Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Cet. VI, Bandung: Alfabeta, 2008
Surahmad Winarno, Pengantar Penelitian Ilmiah Metode dan Teknik, Bandung: Tarsito 2008
Tirtaraharja Umar dan Lasula, Pengantar Pendidikan, Jakarta: Rineka Cipta, 2000.
Undang-undang No.20 tentang sisdiknas Jakarta: Sinar Grafindo, 2003
Uno B. Hamzah, Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara, 2009
Prima Gusti Yanti Ponjorini Rahayuningsi, Ety Rochaety. Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara, 2006
Yasin Salehuddin, pengelolaan Pembelajaran, Makassar: Alauddin Press 2010 Zakiyudin Ais. Sistem Informasi Manajemen. Jakarta: Mitra Wacana Media 2011  
Share:

Jumat, 27 April 2018

Banyak hal yang lebih penting


Hai
Cuaca cerah di kota Tangerang sore ini, suasana nya sepi bikin gue tiba – tiba ingin buka blog dan bercerita hm tumben.  Gue mau cerita tentang suatu hal yang menurut gue cukup membuat gue sedikit risih entah kenapa.
Oh iya btw gue juga gatau apa cerita yang gue tulis ini bakal ada yang baca atau engga haha yaudah lah ya

Kalian pernah gak sih nemu orang atau gampangnya temen kalian yang ribet banget ngurusin namanya JODOH?

Jadi gini,
Dari awal dia emang suka membagi – bagikan tulisan berbau motivasi islam gitu, ya tentang teknis kita menjalani keseharian kita sebagai seorang muslim, apa yang harus nya kita lakuin. Bagus menurut gue salut juga karna dia termasuk salah satu dari orang – orang yang masih peduli dengan orang sekitarnya. Tapi itu awalnya, sebelum gue tau ternyata dia juga punya pasangan, gatau kenapa otak gue udah ke setting sebagaimana pun dia gembar – gembor dakwah di medsos atau bahkan jilbab yang menjuntai sepanjang apapun tapi saat gue tau kalo dia punya pasangan rasa kagum dan salut gue itu langsung pudar gitu aja (kalo dia perempuan gaperlu berhijab syar’I untuk bikin gue kagum dan salut).

Nah selama berhubungan, dia ini tetep suka share tulisan kaya gitu, cuma ga terlalu sering (ya sehari sekali doang lah kira2) dan hanya sesekali aja membahas tentang JODOH. Sampe pada suatu masa hubungan dia ini kandas guys. Apa yang dia lakuin menurut kalian? Nah iya,langsung dia hampir tiap hari banget (bukan hampir lagi mungkin 3x sehari udah jadi kewajiban kayanya) posting semua tulisan motivasi islam yang inti dari semua tulisan nya itu  
gaperlu takut dia pergi kamu perbaiki diri aja, karna jodoh itu cerminan diri kita”, 
“laki – laki yang baik untuk wanita yang baik dan sebaliknya
"demi menyelamatkan dari cinta salah maka hati mu dipatahkan olehNya ", dan lain sejenisnya.

Sumpah bukan gue gasuka dengan dakwah nya dia. Cuma menurut gue itu terlalu berlebihan, kenapa? Karena hidup lo itu bukan melulu tentang jodoh walaupun emang iya sejatinya itu adalah salah satu komponen penting dalam hidup kita semua, siapa sih yang gak pengen ketemu sama jodohnya? Gue juga mau lah, tapi kan siapa yang tau sebelum lu ketemu jodoh udah ketemu sama ajal duluan?  Ya gasih?

Mau lo gapai jodoh lewat pacaran atau pun engga ujung2 nya sama aja kan lo nikah? Tergantung prinsip dan pribadi masing2, gaperlu ribet lah toh pada saat nya insyaAllah kita semua juga bakal ketemu sama  si jodoh itu. Dan seperti yang lo bilang  bukti bahwa Allah sayang sama lo itu dengan cara Dia menghancurkan hubungan kalian kan? terus apa yang bikin lo ribet gitu sampe harus tiap hari posting story yang isi dan inti dari tulisan nya sama aja MENGGAPAI JODOH?

Kan lo yang  bilang sebelum – sebelumnya, untuk tinggal perbaiki diri dan berdoa supaya diberi jodoh yang sepadan dan lo mau. Gue bukan orang yang alim gue juga masih punya hubungan, tapi gue sangat menghormati dan kagum sama mereka yang bener – bener teguh prinsip untuk tetap menanti dalam kesendirian, pastinya yang gak mengumbar bahwa dia itu sedang jadi jomblo di jalan Allah ya. Naluri kita juga pasti bisa tau lah mana yang dibumbui sedikit pencitraan mana yang engga.

Masih banyak ko hal yang lain yang lebih penting untuk disampai kan selain tentang jodoh menurut gue, apalagi di umur yang baru segini belum kepala 3 ataupun 4. Intinya sedikit demi sedikit lepas lah mindset bahwa jodoh adalah hal pertama yang harus di gapai, kalo udah waktunya pasti kita juga bakal diperkenankan untuk saling jumpa ko manteman.

Pernahkah punya pengalaman yang sama?

Terimakasih untuk yang menyempatkan baca, cuma berbagi isi hati gue aja nih hehe

Share:

Jumat, 09 Februari 2018

Contoh Coding Dan Logika Program Aljabar Linear PASCAL



CODING DAN LOGIKA PROGRAM

Ø  Uses Crt; digunakan untuk memanggil unit library & menghidupkan fungsi crt pada pascal.
Ø  Var emat, kof : array [1..3,1..3] of integer; Mendeklarasikan emat dan kof sebagai variable array, dengan 2 dimensi dan masing –masing dari dimensi nya memiliki 3 elemen yang bertipe data integer.
Ø  I, j, ordo, det, pil : integer; Pendeklarasian variable i, j,ordo, det, pil, sebagai variable yang berdata integer.
Ø  Procedure input; Pendeklarasian mulainya procedure input.
Ø  Begin memulai program
Ø  Writeln; Mencetak layar kosong
Ø  Writeln(‘======INPUT MATRIKS======’); untuk mencetak kalimat di antara tanda kutip dan membuat kalimat selanjutnya berada dibawah
Ø  Write(‘masukan ordo : ‘); readln ordo); untuk mencetak kalimat di diantara tanda kutip dengan mengambil variable di ordo secara horizontal
Ø  Write(‘masukan elemen matriks’, ordo,’X’, ordo); untuk mencetak  kalimat di antara tanda kutip dan memanggil variable ordo
Ø  Writeln; Untuk mecetak layar kosong
Ø  For i := 1 to ordo do Untuk I bernilai 1 sampai dengan nilai var ordo maka lakukan baris program selanjutnya
Ø  Begin Untuk memulai program
Ø  For j := 1 to ordo do Untuk I bernilai 1 sampai dengan nilai var ordo maka lakukan baris program selanjutnya
Ø  Begin Untuk memulai program
Ø  Write(‘elemen [‘,I,’,’,j,’] = ‘); untuk mencetak elemen yang ada di var I dan j
Ø  Readln(emat[I, j]); Membaca elemen matriks di var I dan j untuk dicetak
Ø  End; untuk menghentikan procedure input
Ø  End; untuk menghentikan procedure input
Ø  End; untuk menghentikan procedure input
Ø  Procedure tampil; Pendeklarasian mulainya procedure tampil
Ø  Begin Untuk memulai procedure tampil
Ø  Writeln; untuk mencetak layar kosong
Ø  For I := 1 to ordo do Untuk I bernilai 1 sampai dengan nilai var ordo maka lakukan baris program selanjutnya
Ø  Begin Untuk memulai program
Ø  For j := 1 to ordo do Untuk J bernilai 1 sampai dengan nilai var ordo maka lakukan baris program selanjutnya
Ø  Begin Untuk memulai program
Ø  Write(emat[I, j]:5,’’); untuk mencetak elemen matriks yang ada di var i dan j
Ø  End; Untuk mengakhiri program
Ø  Writeln; Untuk mencetak layar kosong
Ø  End; Untuk mengakhiri program
Ø  Readln; Untuk membaca variable dan memanggil variable
Ø  End; Untuk mengakhiri program
Ø  Procedure invers2; Pendeklarasian mulainya procedure invers2
Ø  Begin Untuk memulai procedure invers2
Ø  Writeln(‘====INVERS MATRIKS=====’); Untuk mencetak kalimat yang ada di antara tanda kutip
Ø  Writeln(‘matriks inversnya :’); writeln; Untuk mencetak kalimat yang ada di antara tanda kutip secara horiontal
Ø  Writeln(emat[2,2],’/’,det,’ ‘,’-‘,emat[1,2],’/’,det); Untuk mencetak elemen matriks 2,2 determinan dan – elemen matriks 1,2 determinan
Ø  Writeln(‘-‘,emat[2,2],’/’,det,’ ‘,emat[1,2],’/’,det); Untuk mencetak - elemen matriks 2,2 determinan dan elemen matriks 1,2 determinan
Ø  Readln; Untuk membaca variable yang akan dipanggil
Ø  End; Untuk menghentikan procedure invers2
Ø  Procedure invers3;
Ø  Var detA, detB : integer; yaitu menunjukkan bahwa variabel detA dan detB sebagai data integer.
Ø  Begin Untuk memulai procedure invers3
Ø  detA := ((emat[1,1]*emat[2,2]*emat[3,3])+(emat[1,2]*emat[2,3]*emat[3,1])+(emat[1,3]
*emat[2,1]*emat[3,2])); Untuk menjelaskan jika var detA adalah kumpulan dari perhitungan matriks diatas
Ø  detB := ((emat[1,3]*emat[2,2]*emat[3,1])+(emat[2,3]*emat[3,2]*emat[1,1])+(emat[1,2]
*emat[2,1]*emat[3,2])); Untuk menjelaskan jika var detA adalah kumpulan dari perhitungan matriks diatas
Ø  det := detA – detB; Untuk menjelaskan jika ingin menentukan nilai determinan yaitu dengan cara mengurangi detA ke detB
Ø  writeln; Untuk menceak layar kosong
Ø  writeln(‘Determinan Matriks : ‘,det); writeln; Untuk mencetak kalimat yang ada di antara tanda kutip dengan mngambil variable det
Ø  kof[1,1] := ((emat[2,2]*emat[3,3])-(emat[3,2]*emat[2,3])); Hasil untuk kof(koefisien) [1,1] adalah dari elemen matriks diatas
Ø  kof[1,2] := ((emat[2,1]*emat[3,3])-(emat[2,3]*emat[3,1])); Hasil untuk kof(koefisien) [1,2] adalah dari elemen matriks diatas
Ø  kof[1,3] := ((emat[2,1]*emat[3,2])-(emat[2,2]*emat[3,1])); Hasil untuk kof(koefisien) [1,3] adalah dari elemen matriks diatas
Ø  kof[2,1] := ((emat[1,2]*emat[3,3])-(emat[1,3]*emat[3,2])); Hasil untuk kof(koefisien) [2,1] adalah dari elemen matriks diatas
Ø  kof[2,2] := ((emat[1,1]*emat[3,3])-(emat[1,3]*emat[3,1])); Hasil untuk kof(koefisien) [2,2] adalah dari elemen matriks diatas
Ø  kof[2,3] := ((emat[1,1]*emat[3,2])-(emat[1,2]*emat[3,1]))*-1; Hasil untuk kof(koefisien) [2,3] adalah dari elemen matriks diatas di kali minus 1
Ø  kof[3,1] := ((emat[2,2]*emat[3,3])-(emat[1,3]*emat[2,2])); Hasil untuk kof(koefisien) [3,1] adalah dari elemen matriks diatas
Ø  kof[3,2] := ((emat[2,2]*emat[3,3])-(emat[1,3]*emat[2,1])); Hasil untuk kof(koefisien) [3,2] adalah dari elemen matriks diatas
Ø  kof[3,3] := ((emat[2,2]*emat[3,3])-(emat[1,2]*emat[2,1])); Hasil untuk kof(koefisien) [3,3] adalah dari elemen matriks diatas
Ø  writeln(‘matriks invers :’); writeln; Untuk mencetak kalimat yang ada di antara tanda kutip
Ø  for j := 1 to 3 do Untuk j jika bernilai 1 sampai dengan 3 maka lakukan baris program selanjutnya
Ø  begin Untuk memulai program
Ø  for I := 1 to 3 do Untuk i jika bernilai 1 sampai dengan 3 maka lakukan baris program selanjutnya
Ø  begin Untuk memulai program
Ø  write(‘’:6,kof[I, j],’/’, det); Untuk mencetak yang ada di antara tanda kutip dengan mengambil kof[I, j] dan determinan
Ø  end; Untuk menghentikan program
Ø  writeln; Untuk mencetak layar kosong
Ø  end; Untuk meghentikan program
Ø  readln; Untuk membaca dan mengambil variable sesuai instruksi
Ø  end; Untuk menghentikan program
Ø  procedure deter; Pendeklarasian mulainya procedure deter
Ø  begin Untuk memulai procedure deter
Ø  writeln; Untuk mencetak layar kosong
Ø  writeln(‘======DETERMINAN MATRIKS=====’); Untuk mencetak kalimat yang ada di antara tanda kutip
det := (emat[1,1]*emat[2,2])-(emat[1,2]*emat[2,1]); ])); Untuk menjelaskan jika var detA adalah kumpulan dari perhitungan matriks diatas
Ø  writeln(‘determinan matriks :’, det); writeln; Untuk mencetak kalimat yang ada di antara tanda kutip dengan mengambil variable det
Ø  readln; Untuk membaca dan mengambil variable sesuai instruksi
Ø  end; Untuk mengakhiri program
Ø  begin Untuk memulai program
Ø  repeat Untuk mengulang statement
Ø  clrscr; Untuk membersihkan layar
Ø  gotoxy(25,1);writeln(‘=====MENU MATRIKS=====’); yaitu Agar menghasilkan output dengan judul program :=====MENU UTAMA======:  pada kolom 25 baris 1.
Ø  gotoxy(25,2);writeln(‘1. Input matriks’); yaitu Agar menghasilkan output dengan judul program :-------MENU UTAMA -------:  pada kolom 25 baris 1.
Ø  gotoxy(25,3);writeln(‘2. Determinan matriks’); yaitu Agar menghasilkan output dengan kalimat yang ada diantara tanda kutip pada kolom 25 baris 2.
Ø  gotoxy(25,4);writeln(‘1. Invers matriks’); yaitu Agar menghasilkan output dengan kalimat yang ada diantara tanda kutip pada kolom 25 baris 3.
Ø  gotoxy(25,5);writeln(‘1. Keluar’); yaitu Agar menghasilkan output kalimat yang ada diantara tanda kutip pada kolom 25 baris 4.
Ø  gotoxy(25,6);writeln(‘========================’); yaitu agar menghasilkan output yang ada diantara tanda kutip di kolom 25 baris 6.
Ø  gotoxy(25,7);writeln(‘Pilihan 1-4 :’);readln(pil); yaitu Agar menghasilkan output pilihan [1-4]: pada kolom 25 baris 7. readln(pil); yaitu Agar menghasilkan output dengan kata depan.
Ø  case pil of yaitu mempunyai suatu ungkapan logika yang disebut dengan selector dan sejumlah statemen yang diawali dengan suatu label permasalahan (case label) yang mempunyai tipe sama dengan selector.
Ø  1 : begin yaitu untuk memulai perintah program pada procedure input dan tampil .
Ø  Input; Untuk pendeklarasian terhadap prosedur input
Ø  Tampil; Untuk pendeklarasian terhadap prosedur tampil
Ø  End; Untuk mengakhiri prosedur 1
Ø  2 : begin yaitu untuk memulai perintah program pada procedure deter
Ø  Deter; Untuk pendeklarasian terhadap prosedur deter
Ø  End; Untuk mengakhiri prosedur 2
Ø  3 : begin yaitu untuk memulai perintah program pada procedure case of
Ø  Case ordo of Untuk pendeklarasian terhadap prosedur case of
Ø  2 : invers2; Untuk pendeklarasian terhadap prosedur invers2
Ø  3 : invers3; Untuk pendeklarasian terhadap prosedur invers3
Ø  End; Untuk menghentikan procedure
Ø  End; Untuk menghentikan procedure
Ø  End; Untuk menghentikan procedure
Ø  Until(pil = 4); Pemilihan pilihan hanya sampai 4
Ø  End. Untuk mengakhiri keseluruhan program






Share: